(Disampaikan dalam khotbah Minggu Sore 27 November 2011, di GKJ Sidomukti Salatiga)

Syaloom! Bagaimana kabar bapak ibu dan saudara/I hari ini? Tentu luar biasa bukan? Tidak terasa kita sudah memasuki bulan2 akhir penghujung tahun 2011. Tentu ada banyak hal yang sudah kita lewati dalam kehidupan ini, baik itu suka dan duka, sehat ataupun sakit. Tetapi kehadiran anda dalam persekutuan ini mengukuhkan keyakinan saya bahwa sampai detik ini Kasih Tuhan tetap ada dalam kehidupan pribadi dan keluarga anda. Sesuai dengan kalender gerejawi hari ini kita merayakan advent pertama. Dimana setiap umat percaya dan gereja memasuki minggu2 penghayatan akan penantian kedatangan Tuhan. Tentu makna ini akan menjadi berbeda ketika dihayati pada 2000 tahun yang lalu. Makna yang dihayati oleh kita saat ini adalah penantian kedatangan yang Baca entri selengkapnya »

SOSIOLOGI SEBAGAI KONTRIBUSI DALAM PEMBANGUNAN[1]

Oleh: Arnold Fredo Binter[2]

PENDAHULUAN

Tulisan ini mungkin tepat dikatakan sebagai sebuah intisari perjalanan mata kuliah Aspek Sosial dalam Pembangunan yang diampu oleh Marthen L. Ndoen., SE., M.Si., Ph.D. Mata kuliah yang ditempuh dalam kurun waktu empat bulan ini cukup memberi pola pikir kepada penulis dalam melihat aspek sosial yang terjadi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ini pada kerangka sebuah proses pembangunan. Kuliah yang berlangsung dalam bentuk tugas presentasi perorangan, yang mana didalam presentasi yang dilakukan penulis dan kawan-kawan adalah membaca empat buah buku untuk dibahas pada setiap tatap muka.

Baca entri selengkapnya »

(Ditulis untuk mengisi kolom Lentera pada Warta Jemaat GKJ Sidomukti Salatiga, edisi Minggu, 14 Agustus 2011)

Kegagalan manusia didalam mencapai tujuan hidup salah satu diantaranya adalah ketidakmampuan seseorang untuk fokus terhadap tujuan tersebut. Manusia dimasa pencapaian tersebut terkadang harus kalah dengan kondisi yang memungkinkan seseorang harus mengalihkan perhatiannya dari tujuan yang dikehendaki. Tak pelak kekalahan dan kegagalan itu bisa saja merupakan akhir dari perjalanan, dan bukan kemenangan atau keberhasilan.

Baca entri selengkapnya »

Hari ini perjalanan yang cukup melelahkan mampu di lalui dengan baik. Dimulai dengan aktifitas anjangsana ke Perpustakaan Kampus. Acak sana dan acak sini mencari literatur-literatur yang mau dipergunakan untuk persiapan pembuatan Bab II dari thesis yang perlahan-lahan mulai menguras tenaga. Aktifitas perdana ini kucoba hayati secara mendalam, walau disela-sela itu terdengar sedikit gerutu dari bibirku yang tertangkap oleh telingaku karena ada beberapa buku yang tak mampu tersedia. Namun semangat yang ada (mudah-mudahan tidak hanya pada saat itu) terus obrak sana dan obrak sini, memasang muka super serius terus mencari literatur yang pas untuk garapan Bab II.

Baca entri selengkapnya »

Fakta yang cukup memilukan hati nampak dalam setiap oretan dan ulasan yang disampaikan oleh Siegfried Zollner. Tulisan yang dimuat dalam 66 halaman ini menurut saya, belum memuat semua kepiluan hati yang dirasakan oleh masyarakat Papua. Dengan semua sumber yang Zollner dapatkan, ia mau bercerita kepada kita tentang kepiluan apa yang dirasakan oleh masyarakat Papua dalam masa yang ia sebut dengan transisi.
Baca entri selengkapnya »

Oleh: Edy Saputra Simamora

Beranjak dari semua fenomena dan kasus sosial bangsa yang terjadi semakin jelas kita melihat bahwa letupan kerusuhan (dalam bentuk apapun) terus beruntun yang melanda beberapa kota dan daerah belakangan ini mencuatkan dua sisi keprihatinan bangsa yang paradoksal. Di satu sisi, kerusuhan bisa dimengerti sebagai reaksi spontan sikap manusiawi masyarakat atas himpitan beban yang sangat berat yang menerpa akibat harga-harga ekonomi yang melambung tinggi. Pada titik pandang yang jauh, krisis ekonomi tersebut tampak sebagai bercak-bercak dan akhirnya menjadi borok persoalan yang tertebar karena pengelolaan administrasi dan birokrasi publik yang tidak demokratis, yang akhirnya menumbuhsuburkan korupsi dan kolusi dengan segala variannya.

Baca entri selengkapnya »

Rencana ini disampaikan oleh anggota DPRD Sumatera Barat HM Tauhid kepada Menteri  Hukum dan HAM Patrialis Akbar. Pembangunan penjara ini direncanakan akan dilakukan di sebuah pulau terpencil di Sumatera Barat, tepatnya pulau Mentawai. Saya mengutip berita ini dari Koran Kompas via website Jumat, 22 Januari 2010 Jam 22.12.

Alasan paling mendasar yang diungkapkan Tauhid adalah ketika penjara ini ditempatkan pada sebuah tempat yang terpencil maka akan menimbulkan efek jera bagi para koruptur yang akan masuk dalam penjara tersebut. Dan juga mampu memberikan efek takut bagi para pelaku koruptor yang belum tertangkap sehingga mereka tidak meneruskan perilaku koruptor itu. Baca entri selengkapnya »

Krisis kepercayaan yang dimiliki oleh masyarakat kepada birokrasi pemerintahan merupakan sebuah realita kehidupan bangsa Indonesia belakangan ini. Hal ini dapat dilihat dalam beberapa peristiwa yang mewarnai kinerja pemerintahan baik dalam tingkat nasional maupun sampai di daerah-daerah. Misalnya kasus suap menyuap dalam masalah korupsi yang dilakukan dalam tubuh kejaksaan yang melibatkan aparatur hukum dan kasus-kasus korupsi yang melibatkan kepala-kepala daerah yang akhirnya masuk dalam Pengadilan TIPIKOR (Tindak Pidana Korupsi) dan menjadikan mereka sebagai terdakwa. Kasus seperti ini tidak dapat dipungkiri akan membuat ruang ketidakpercayaan terhadap pemerintah semakin besar.

Baca entri selengkapnya »

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai